Arah Mata Angin

Arah mata angin di Balikpapan ternyata lebih lengkap dibandingkan dengan arah mata angin yang berlaku umum. Warga kota ini tidak saja mengenali arah mata angin yang biasanya, seperti arah barat, timur, utara, selatan dan seterusnya tetapi menambahkan dua arah lagi, yaitu atas dan bawah.

Tambahan arah mata angin ini saya temui ketika suatu saat saya mengirimkan teks kepada seseorang di kampus tempat saya bertugas. Isi teks saya kurang lebih adalah “saya mohon ijin hari ini saya tidak dapat datang ke kampus”.Tidak berapa lama saya mendapatkan jawaban dari orang itu, yang kurang lebih berbunyi, “tidak apa pak. hari ini saya juga tidak turun”. Saya mencoba menerka makna kata “turun” sebagai “tidak datang”dan ternyata tidak salah.

Pada kesempatan lain, saya menceritakan hal ini kepada mukimin lainnya di kota ini. Si mukimin yang berasal dari Jawa ini mengiyakan bahwa di kota ini memang ada arah tambahan yaitu atas dan bawah. Kalau ada pertanyaan “maua kemana kamu”. Bagi kebanyakan orang Jawa akan menjawab “mau ke barat/timur”. Tetapi warga di kota ini akan menjawab “mau ke atas”. Maksudnya mau kearah tempat yan lebih tinggi. (perlu diketahui bahwa di Kota Balikpapan adalah kota yang hilly, berbukit-bukit. Orang di kota ini menyebutnya sebagai bergunung-gunung).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: