Kota Pluralis

Balikpapan adalah salah satu contoh kota plural di negeri kita. Di kota ini, berkumpul berbagai etnis dan suku bangsa di negeri ini. Saking pluralnya, bahasa daerah disini tidak sering terdengar dan bahasa Indonesia sebagai gantinya banyak digunakan. Saking pluralnya pula, kota ini nyaris tidak mempunyai makanan khas. Konon, amplang yang menjadi buah tangan orang yang meninggalkan kota ini bukan asli Balikpapan. Justru makanan daerah lain lebih mudah ditemukan di sini.

Sisi positif dari pluralitas disini antara lain adalah menonjolnya kebersamaan hidup karena tidak satu suku pun merasa mendominasi kota. Suasana yang saling menghormati dan menghargai menjadi hiasan keseharian. Bahkan, di jalan-jalan pun, suasana ini terasa. Pengendara sepeda motor atau mobil selalu mempersilahkan yang lain yang melintas atau putar balik arah untuk bergerak terlebih dahulu. Jarang terdengar suara klakson kejengkelan pengendara, tidak ada “saling marah”di jalan.

Konon, dari cerita mulut ke mulut, kota ini juga tenang dari gangguan demo. Selama bermukim disini, saya tidak pernah melihat aksi demo untuk maksud apapun. Terkesan kota ini sungguh kota yang individunya disibukkan oleh berbagai aktivitas sehingga layak atau wajar kalau beberapa orang mengatakan kota ini sebagai kota tempat bekerja.  Sungguh suatu kota plural yang tenang!

2 responses to this post.

  1. asyik ya di balik papan, ngumpet. hehehehe……Salam kenal bos.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: