Membuat Landasan Teori

Salah satu bab dalam tugas akhir (skripsi) adalah Bab 2. Secara variatif, bab ini diberi judul Landasan Teori atau Tinjauan Pustaka. Secara substantif, bab ini minimal berisi dua sub-bab, yaitu sub-bab kajian teoretis dan kajian empiris. Permasalahan yang muncul dalam penyusunan bab ini, antara lain, adalah penyusunannya. Seringkali, bab ini diisi oleh kompilasi berbagai penjelasan atau informasi yang diperoleh dari berbagai sumber informasi (referensi). Kompilasi ini sering memunculkan masalah karena (a) kompilasi lebih mirip kliping dari berbagai informasi (tanpa adanya telaah kritis) dan (b) memasukkan informasi yang tidak terlalu relevan sehingga terkesan bab ini merupakan bab yang paling “tebal” daripada bab lainnya. Lalu, bagaimana mengatasi hal ini ?

Menghindari “kliping” informasi

Yang dimaksud dengan “kliping” informasi adalah  melakukan kompilasi apa adanya (dengan tidak melakukan plagiatisme) sehingga satu informasi/paragraf yang dikutip ditempelkan setelah informasi/paragraf  yang lainnya dikutip. Misalnya, seorang mahasiswa ingin membuat kajian teoretis tentang definisi manajemen keuangan. Ia mengambil definisi-definisi dari berbagai tiga sumber. Selanjutnya, ia menempatkan kutipan dari sumber A pada paragraf pertama, sumber B paragraf kedua, dan sumber C pada paragraf ketiga. Dengan kata lain, si mahasiswa sedang melakukan cut and paste saja.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan oleh mahasiswa ini asalkan dia tidak melakukan tindakan plagiat. Namun, tindakan “kliping” ini belum mencerminkan makna dari istilah “kajian teoretis” karena si mahasiwa tidak melakukan telaah kritis terhadap ketiga definis yang ia kutip. Selain itu , “kliping” ini juga belum menunjukkan karya tulis ilmiah si mahasiswa karena pada dasarnya yang ia tuliskan pada bab tersebut bukanlah karya tulisnya melainkan kompilasi apa yang sudah dituliskan oleh orang lain. Dengan demikian, teknik kompilasi ini belum mencerminkan karya tulis ilmiah.

Yang seharusnya dilakukan oleh si mahasiswa ini adalah menambahkan karya tulisnya pada bab ini dengan cara memberikan ulasan (telaah) dari berbagai kutipan yang dituliskan. Ulasan (telaah) ini bisa dituliskan pada dua kemungkinan tempat. Pertama, ulasan (telaah) dituliskan sebagai penjelasan lebih lanjut dari setiap kalimat yang dikutip. Dengan cara ini, karya tulis si mahasiswa dapat ditemui pada setiap paragraf. Kedua, ulasan (telaah) diberikan pada paragraf terakhir. Jika ketiga definisi dituliskan dalam tiga paragraf, maka ulasan (telaah) ini dituliskan pada paragraf keempat. Ulasan dapat diarahkan untuk membanding ketiga definis yan dikutip.

Menyeleksi informasi yang dikutip

Seleksi terhadap informasi (referensi) yang akan dijadikan bahan karya tulis pada bab ini juga perlu dilakukan agar isinya lebih padat dan efisien. Salah satu teknik yang bisa digunakan dalam menyeleksi adalah teknik diagram pohon. Secara konsep, diagram pohon disusun menyerupai bagan struktur organisasi. Dengan demikian, ada beberapa kotak yang merepresentasikan konsep-konsep penting dalam tugas akhir. Konsep-konsep tersebut diturunkan dari variabel penelitian. Secara sepintas, variabel penelitian dapat dideteksi dari judul tugas akhir (skripsi).

Selanjutnya, konstruksi konsep yang tergambarkan dalam diagram pohon akan dijadikan sebagai dasar dari penyusunan bab ini. Konsep-konsep pada layer yang pertama akan menjadi sub-bab dan konsep-konsep yang berada layer berikutnya akan menjadi sub-sub bab atau poin-poin dalam sub-bab. Berdasarkan diagram pohon ini, seleksi terhadap informasi yang perlu dikutip bisa dilakukan. Bab ini seharusnya berisi apa saja yang tergambarkan dalam diagram pohon. Dan sebaliknya, apa saja yang tidak tergambarkan dalam diagram pohon dapat dikatakan tidak relevan atau tidak perlu untuk dituliskan.

Illustrasi detail pembuatan diagram pohon ini akan disajikan pada sesi berikutnya. Selamat mencoba.

7 responses to this post.

  1. Posted by endah on Mei 9, 2011 at 7:33 am

    pak hadi mohon penjelasan diagram pohonnya seperti apa?

    trima kasih pak

    Balas

    • endah,
      diagram pohon yang saya maksud adalah seperti bagan struktur organisasi. setiap kotak dalam diagram pohon pada layer (lapis) pertama mewakili konsep atau variabel penelitian. pada layer kedua, setiap kotak berisi konsep yang mendukung atau menjelaskan variabel penelitian tertentu. saya buatkan contohnya saja biar mudah. tapi saya memerlukan waktu. harap sabar menunggu.

      Balas

  2. Posted by endah on Mei 12, 2011 at 10:07 am

    pak saya juga mau menanyakan kerangka teoritis itu isi dan alurnya bagaimana?

    trimakasih penjelasanya

    Balas

  3. Posted by nur hasan on Oktober 6, 2011 at 11:40 am

    TQ untuk tulisan ini saya sudah membacanya

    Balas

  4. Pak apakah landasan teori itu membahas secara terperinci judul penelitian yang kita buat???(mohon bantuannya pak lagi nyusun proposal skripsi)

    Balas

    • kalau menurut saya, yang perlu dikupas dalam landasan teori adalah konsep atau variabel penelitian. pada konteks tertentu, variabel penelitian ini tersebut dalam judul penelitian. jika si peneliti sudah mengetahui variabel penelitiannya, maka pembahasan terperinci dengan menggunakan teknik perujukan yang benar dapat dilakukan. si peneliti juga bisa memberikan pembahasan versi sendiri yang didasarkan pada kutipan yang telah dimuat dalam bab ini.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: