Menggunakan ATM

Tulisan ini tidak berkaitan dengan teknologi dalam perbankan. Akronim ATM disini adalah Amati Tiru Modifikasi. Prinsip ini dapat dijadikan pendekatan untuk memunculkan ide skripsi. Seringkali, menulis skripsi harus dipicu keras karena bagi mahasiswa secara umum mempunyai ide skripsi dan menuangkannya dalam bentuk proposal maupun manuskrip tidak terlalu mudah. Nah, ATM ini bisa menjadi jawabannya. Bagaimana ATM ini bisa bekerja, berikut ini adalah ulasannya.

Amati

Ide awal dari suatu skripsi bisa jadi dapat dipicu dengan cara “mengamati” skripsi terdahulu. Ada dua cara “mangamati” yang mungkin bisa dilakukan dalam hal ini. Cara pertama adalah dengan membaca judul-judul skripsi yang tertera dalam katalog skripsi di ruang baca (perpustakaan). Secara sekilas, suatu judul skripsi dapat memberikan gambaran kasar tentang isi dari skripsi ini. Dengan “mengamati” beberapa  judul skripsi, ide baru bisa dipicu. Cara kedua adalah dengan membaca secara lebih intens satu atau beberapa skripsi dengan topik tertentu. Dengan cara ini, pemahaman terhadap konteks dari skripsi, termasuk langkah-langkah dalam metode penelitiannya, akan dapat diperoleh. Cara pertama relatif lebih efisien dibandingkan dengan cara kedua.

Tiru

Setelah ide tertentu telah ditemukan, proses berikutnya dalah proses “meniru” apa yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti (mahasiswa-mahasiswa) terdahulu. Proses ini dalam jargon penelitian lebih akrab dikenal sebagai proses replikasi. Dalam penelitian, replikasi tidaklah diharamkan. Suatu penelitian yang baik (termasuk skripsi), salah satunya, ditunjukkan oleh metode penelitian yang jelas (gamblang) sedemikian rupa sehingga replikasi mungkin dilakukan.

Replikasi ini dapat dilakukan pada sisi metode penelitian (termasuk metode analisis data) dan/atau pada konteks topik skripsi.  Artinya, seorang mahasiswa bisa saja “meniru” metode penelitian atau metode analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Selain itu, seorang mahasiswa dapat “meniru” topik skripsi terdahulu, termasuk variabel yang akan diteliti.

Hal yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan “meniru” atau replikasi adalah isu plagiat. Jika replikasi dilakukan, seorang mahasiswa seharusnya mengindahkan rambu-rambu yang terkait dengan plagiarism. Bagaimanapun, replikasi ini harus dilakukan dengan mempraktekkan poin-poin dalam perujukan (referencing) yang tepat untuk menghindari plagiariasm.

 

Modifikasi

Langkah terakhir dalam ATM adalah memodifikasi apa yang telah diAmati dan diTiru. Memodifikasi dalam hal ini adalah melakukan improviasi yang positif terhadap apa yang telah dilakukan. Improvisasi ini dapat dilakukan dalam berbagai sisi, seperti modifikasi pada variabel penelitian, desain penelitian, atau metode analisis data. Sumber yang dapat dijadikan sebagai cikal bakal modifikasi adalah keterbatasan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Pada beberapa karya ilmiah, keterbatasan penelitian disajikan pada bagian akhir dari karya ilmiah. Seorang mahasiswa dapat membaca keterbatasan penelitian ini dan menjadikannya sebagai pijakan untuk melakukan modifikasi.  Modifikasi yang sangat kentara akan menunjukkan orisinalitas dari skripsi yang akan disusun.

Sisi orisinalitas karya ilmiah dewasa ini sangat dituntut, setidaknya untuk dua alasan. Alasan pertama adalah alasan administratif. Sebuah skripsi saat ini dilengkapi dengan pernyataan orisinalitas (yang ditandatangani dengan meterai cukup) oleh si penulis. Pernyataan ini yang ditulis diatas kertas bermeterai tentunya akan berkonsekuensi hukum jika di kemudian hari pernyataan tersebut tidak benar. Kedua, orisinilitas suatu skripsi menunjukkan orisinalitas pemikiran si penulis dalam memecahkan suatu masalah penelitian. Pada konteks ini, si penulis bisa saja memiliki konteks pemikiran atau pola pikir yang berbeda dengan pihak (penulis) lain.

Mudah-mudahan tulisan super singkat ini dapat bermanfaat. Selamat belajar.

6 responses to this post.

  1. Posted by Dyah Kusumawati on Februari 9, 2011 at 3:52 pm

    Jadi intinya, meniru sah – sah saja ya pak …asal mengikuti kaidah – kaidah yang berlaku, jangan asal jadi plagiator. Karena ide kreatif sering terjadi karena melengkapi dari yang sudah ada.

    Balas

    • ya. pada prinsipnya, mengutip atau meniru pendapat orang lain boleh dilakukan asalkan aturan perujukan (referencing) dipatuhi. jika tidak, si pengutip atau peniru masuk ke ranah plagiarism. untuk tugas kuliah dan apalagi karya ilmiah, plagiarism tegas tidak boleh.

      Balas

  2. good idea, patut diaplikasikan, asal ATM bukan Alat Tusuk Manual aja pak,…

    Balas

  3. Posted by shanthi on September 1, 2011 at 8:16 pm

    nice post… thanks….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: