Mendeskripsikan Variabel Penelitian

Salah satu sub-bab penting dalam Bab 4 dari tugas akhir (skripsi) adalah sub bab hasil penelitian. Dalam sub-bab ini, terdapat suatu komponen (sub dari sub-bab) yang penting, yakni deskripsi statistik variabel penelitian. Permasalahan utama dalam kaitannya dengan komponen ini adalah bagaimana mendeskripsikan suatu variabel penelitian dengan baik. Seringkali, pemaparan deskripsi ini mengabaikan sifat “padat dan jelas”. Lalu, bagaimana deskripsi ini bisa disusun dengan padat dan jelas ?

Untuk bisa menjawab pertanyaan diatas, pemahaman tentang teknik mendeskripsikan dan penulisan deskripsi perlu dipahami. Berikut ini penjelasan detail dari kedua hal tersebut.

Teknik Mendeskripsikan Variabel Penelitian

Secara umum, ada dua macam cara untuk mendeskripsikan suatu variabel penelitian yang dapat digunakan, yakni penyajian dalam bentuk tabel dan grafik. Penyajian dalam bentuk tabel relatif lebih mudah dan sering digunakan untuk menyajikan variabel penelitian yang akan dideskripsikan. Dalam hal ini, data pada variabel penelitian dirangkum dan disajikan dalam tabel (yang berkomposisi baris dan kolom). Secara teknis, penyajian data dalam bentuk tabel dimaksudkan untuk memudahkan dalam perbandingan data numerik. Meskipun tidak ada aturan standarnya, kolom-kolom pada tabel sebaiknya adalah item yang ingin diperbandingkan. Biasanya, jika dianggap relevan, tabel ditutup dengan jumlah pada kolom dan/atau baris.

Penyajian data dalam bentuk grafik/diagram bisa diekspresikan dalam berbagai macam bentuk, seperti pie diagram, diagram balok (bar chart), dan diagram garis (line chart). Pie diagram lebih cocok untuk menyajikan atau mengillustrasikan data dari sisi ukuran (proporsi). Jumlah kategori dalam data yang akan dillustrasikan ukurannya (proporsinya) biasanya dibatasi antar empat sampai dengan enam kategori saja agar data dapat secara mudah diillustrasikan. Diagram balok mendeskripsikan data dengan cara memanfaatkan dua sumbu yang ada, yaitu sumbu vertikal dan sumbu horisontal. Biasanya, sumbu horisontal berisi kategori data dan sumbu vertikal adalah data numerik yang relevan dengan kategori data. Diagram garis pada dasarnya mirip dengan diagram balok. Diagram garis lebih cocok digunakan untuk membanding tren data.

Dalam praktiknya, pendeskripsian data dengan tabel atau grafik bersifat mutually exclussive. Artinya, kedua teknik ini digunakan salah satu saja. Jika ringkasan data sudah disajikan dalam bentuk tabel maka penyajiannya dengan grafik tidak diperlukan lagi, dan sebaliknya.

Teknik Penulisan Deskrispsi Data

Setelah data yang akan dideskripsikan disajikan dalam bentuk tabel atau grafik, tugas berikutnya adalah menuangkan deskripsi statistik dalam bentuk paragraf. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan narasi deskrispi statistik variabel penelitian ini, yaitu:

a.       Narasi seharusnya tidak bersifat redundant

Yang dimaksud dengan redundant disini adalah penulisan kembali data numerik yang terdapat dalam tabel atau grafik. Penyajian deskripsi variabel penelitian dalam bentuk paragraf-paragraf seharusnya tidak menunjukkan sifat redundant. Artinya, data numerik variabel penelitian tidak perlu dituangkan dalam teks paragraf sehingga informasi yang diberikan bersifat efisien dan tidak berulang-ulang.

 

Sebenarnya, jika ditelaah lebih dalam, sifat redundant ini memang tidak perlu terjadi. Seseorang yang melakukan redundancy perlu memilih apakah dia sebaiknya menyajikan deskripsinya dalam bentuk tabel/grafik atau narasi paragraf. Tentunya, untuk maksud efisiensi dan efektifitas penyajian data, bentuk tabel atau grafik sangat sesuai. Sebagai gantinya, narasi perlu difokuskan pada tren data dan kecenderungan statistik yang relevan, seperti diuraikan pada poin-poin berikut ini.

 

b.      Berfokus pada tren data

Salah satu cara efisien dan efektif dalam menarasikan deskrispsi data dari variabel penelitian adalah dengan mengajak pembaca untuk menyimak atau memfokuskan pada informasi yang secara implisit disajikan dalam tabel atau grafik. Informasi yang secara implisit ini berkaitan dengan pergerakan (tren) data, baik secara time series atau cross section. Informasi yang berkaitan dengan tren ini terkait dengan apakah data variabel penelitian cenderung meningkat, menurun, atau berfluktuasi dari waktu ke waktu atau cenderung homogen atau bervariasi (heterogen) antar reponden. Tren ini relatif lebih mudah dibaca jika data disajikan dalam bentuk grafik (diagram) garis. Alternatifnya, perhitungan rata-rata pertumbuhan data dalam variabel penelitian ini dapat dilakukan (secara implisit) sehingga tren data dapat juga secara lebih mudah dibaca.

 

c.       Menggunakan parameter statistik

Untuk melengkapi narasi pada poin (b), parameter statistik perlu dituangkan dalam tabel atau grafik. Parameter statistik yang dimaksud adalah mean (rata-rata), standard deviation, dan coefficient of variation, serta pada kondisi tertentu nilai maksimum dan minimum juga bisa dimasukkan. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah apa dan bagaimana memaknai parameter statistik tersebut.

 

Mean menginformasikan tentang nilai rata-rata dari sebaran data dalam variabel penelitian. Narasi dalam kaitannya dengan mean dapat diarahkan pada perbandingan mean dari waktu ke waktu atau dari responden ke responden.

 

Standar deviasi menginformasikan tentang seberapa besar sebaran data dalam vairabel penelitian terhadap nilai meannya. Semakin besar nilai standar deviasi semakin besar bervariasi (heterogen), dan sebaliknya.

 

Coefficient of variation memungkinkan untuk memperbandingkan variabilitas (heterogenitas) sebaran data antarwaktu atau antarreponden. Menggunakan mean saja atau standar deviasi saja untuk melihat kecenderungan data tidaklah cukup. Coefficient of variation merupakan parameter statistik tambahan yang akan bisa menjelaskan data mana, baik yang berdimensi time series maupun cross section, yang lebih bervariasi.

d.      Narasi difokuskan pada desripsi bukan analisis (dan bahkan menyimpulkan)

Sesuai dengan judul sub-bab, narasi dalam deskripsi statistik variabel penelitian dimaksudkan hanya untuk mendeskripsikan data dalam suatu variabel penelitian dan tidak lebih dari itu. Sebagaimana disebutkan dalam poin (b) dan (c), narasi ini tidak perlu diarahkan untuk menganalisis lebih dalam tentang kecenderungan data dalam variabel penelitian. Paling jauh, narasi dalam deskripsi diarahkan untuk menginterpretasikan kecenderungan data dalam variabel penelitian. Dengan cara ini, analisis dan apalagi pengambilan kesimpulan dalam sub-bab ini bisa dihindari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: