Belajar Menulis: One Day One Paragraph

Salah satu cara untuk belajar menulis adalah dengan melakukan terapi one day one paragraph. Sesuai dengan namanya, terapi ini mensyaratkan agar kita berlatih menulis satu paragraf per hari. Latihan ini membutuhkan ketelatenan dan kesabaran karena bagaimanapun sebagai first timer menulis adalah sulit.

Sebelum melakukan terapi ini, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memahami apa yang dimaksudkan dengan paragraf. Kurang lebih, paragraf bisa dimaknai sebagai suatu kumpulan kalimat (dua kalimat atau lebih) yang memaparkan suatu ide tertentu. Paragraf tidak berisi dua ide atau bahkan lebih. Pemahaman terhadap makna paragraf ini akan memberikan ketrampilan kepada kita tentang kapan kita perlu mengakhir suatu paragraf dan memulai untuk membuat paragraf baru.

Selanjutnya, hal kedua yang perlu diketahui adalah memahami bagaimana susunan kalimat-kalimat dalam paragraf. Suatu paragraf harus terdiri atas (a) satu kalimat ide utama dan (b) beberapa kalimat pendukung/penjelas ide. Kalimat ide utama memaparkan ide utama yang dipaparkan dalam suatu paragraf. Biasanya, kalimat ini diletakkan pada awal paragraf. Tidak tertutup kemungkinan, kalimat ini diletakkan di tengah atau akhir paragraf. Kalimat pendukung/penjelas ide adalah kalimat-kalimat yang mendukung atau memberikan penjelasan ide utama yang disampaikan dalam paragraf. Pada beberapa kondisi, kalimat ini bisa dikembangkan sebagai contoh illustrasi dari kalimat ide utama sehingga ide utama dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca.

Pada tahap awal, kita bisa berlatih untuk menuliskan sesuai dengan kesukaan atau hobi kita. Yang suka olah raga bisa mendeskripsikan apa dan bagaimana melakukan suatu olah raga. Yang suka memasak dapat menjelaskan suatu resep makanan tertentu. Yang suka travelling bisa menshare pengalaman perjalanan dalam suatu paragraf.

Bertambahnya pengalaman dalam latihan, kita bisa saja mendesain terapi ini secara lebih terencana. Terapi ini tidak dilakukan sekedar one day one paragraph dimana paragraf yang dibuat per harinya bersifat saling independen (tidak terkait). Tetapi, terapi ini dirancang untuk kita dapat menuliskan paragraf-paragraf yang bersifat saling dependen (terkait) dalam kurun waktu tertentu, misalnya empat atau lima hari. Dengan demikian, kita dapat menyusun suatu artikel dalam kurun waktu tertentu sehingga tulisan kita akan lebih bermakna.

Selamat mencoba dan jika Anda mempunyai pengalaman lain silahkan berbagi dengan cara memberikan komentar untuk tulisan ini.

2 responses to this post.

  1. Posted by afandi on Maret 22, 2011 at 8:00 pm

    wajib di coba..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: