Caution: Krisis Ekonomi 2012

Jeffrey Frankel,  Harpel Professor of Capital Formation and Growth Harvard University, memprediksi terjadi krisis ekonomi global pada 2012a. Ia mendasarkan prediksinya ini pada kecenderungan siklus krisis setiap 15 tahun, yakni krisis 1982, 1997, dan 2012 (perkiraan). Ia juga menyebutkan bahwa derasnya capital inflow selama 6 tahun sebelum krisis adalah pemicunya.

Caution tentang terjadinya krisis ekonomi 2012 ini menarik untuk disimak. Setidaknya, kita coba untuk mempelajari mengapa capital inflow bisa menjadi pemicu. Capital inflow adalah aliran modal asing ke dalam negeri, atau sering pula diistilahkan sebagai capital import. Besarnya capital inflow ini merupakan salah satu penyebab terjadinya surplus pada neraca pembayaran (balance of payment) dari negara. Idealnya, ketertarikan orang atau institusi asing untuk melakukan capital inflow ke negara lain dipicu oleh persepsi atau ekspektasi positif terhadap kondisi ekonomi negara tertentu. Artinya, jika si orang asing menilai ekonomi suatu negara akan membaik, ia akan bersedia untuk mengalirkan (inflow) dana/modal (capital) ke negara tersebut, dan sebaliknya.

Sampai level tersebut capital inflow tampak tidak menyebabkan permasalahan ekonomi tetapi justru menyiratkan sinyal positif terhadap ekonomi suatu negara. Capital inflow seolah memberikan darah segar kepada ekonomi negara yang pada gilirannya dapat menjadikan perputaran (dinamisasi) ekonomi yang lebih kencang.

Tetapi kalau kita telisik lebih jauh, capital inflow ini bisa dalam bentuk aliran modal pada sektor riil dan sektor moneter. Capital inflow pada sektor riil, yang bisa dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA), bersifat jangka panjang karena dana/modal akan terikat pada suatu capital investment. Aliran modal jenis ini relatif tidak berbahaya karena sifatnya tidak likuid. Artinya, begitu PMA tersebut terpasang secara fisik, likuidasi terhadap PMA (misalnya, penarikan PMA) tidak dapat dilakukan secara mudah.

Capital inflow pada sektor moneter merupakan aliran modal untuk ditanamkan pada sekuritas-sekuritas, baik di pasar modal maupun di pasar uang. Aliran dana ini bisa bersifat jangka pendek dan sangat likuid. Artinya, si pemodal bisa saja bermotif untuk mengambil keuntungan melalui sekuritas-sekuritas tersebut. Begitu si pemodal menilai bahwa sekuritas-sekuritas akan tidak menguntungkan lagi, mereka akan menarik dananya kembali ke negaranya.

Nah, yang terakhir inilah yang paling besar kemungkinannya untuk menjadi pemicu terjadinya krisis ekonomi. Bisa jadi, prediksi professor ini akurat.

ahttp://id.berita.yahoo.com/profesor-harvard-ingatkan-potensi-krisis-di-2012-20110310-200200-766.html pada minggu 13 maret 2011

2 responses to this post.

  1. menarik sekali saat apa yang terjadi dalam dunia ekonomi bisa seperti iklim atau cuaca dengan siklus kejadian yang ditimbulkan. siklus yang terjadi pada iklim, nyata terjadi karena perputaran bumi yang terjadi secara konsisten. sedangkan apa yang terjadi pada dunia ekonomi seperti hanya kemungkinan kecil terjadi. hal ini karena dalam ekonomi kita mengenal adanya spekulasi yang bisa memainkan harga pasar. sehingga kejadian krisis bisa terjadi kapanpun juga dengan penyebab-penyebab yang ditimbulkannya. namun percaya gak percaya krisis global ekonomi sudah didepan mata dengan apa yang telah terjadi di Eropa dan AS. mengenai siklus jangka waktunya dalam hal ini saya masih ragu karena 2 tahun lalu, tepatnya tahun 2008 ekonomi dunia telah terjadi krisis.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: