Mengenali Risiko Bisnis

Risiko bisnis (business risk) dalam ilmu manajemen didefinisikan sebagai potensi ketidakmampuan suatu bisnis untuk menutupi beban operasi tetap (fixed operating cost). Semakin besar beban operasi tetap, semakin besar risiko bisnis suatu perusahaan. Beban operasi tetap adalah beban (pengeluaran) yang tetap (atau wajib) dikeluarkan berapapun volume atau aktivitas penjualan perusahaan. Beberapa contoh beban operasi tetap adalah:

a.       Beban sewa. Bisnis yang menyewa tempat usaha harus mengeluarkan beban sewa secara periodik,  misalnya secara bulanan atau tahunan. Beban sewa ini bersifat tetap dan tidak bergantung pada hari kerja bisnis tersebut.

b.      Gaji karyawan administrasi. Karyawan bagian administrasi biasanya digaji secara tetap (bulanan). Tidak peduli berapa pun aktivitas perusahaan, karyawan ini berhak mendapatkan gaji tetap tersebut.

c.       Beban penyusutan. Beban ini berkaitan dengan penggunaan aset tetap (aset yang memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun), seperti mesin produksi, etalase, dan lain-lain. Secara periodik (tahunan), beban ini harus diperhitungkan sebagai bentuk kompensasi terhadap penggunaan aset tersebut. Beban ini akan bersifat tetap berapa pun level aktivitas perusahaan

Risiko bisnis ini merupakan bagian dari analisis titik impas (tidak untung dan tidak rugi). Setiap bisnis, apalagi bisnis yang baru akan dijalankan, pastilah telah memperhitungkan titik impas usaha. Suatu bisnis yang mempunyai beban operasi tetap yang relatif lebih tinggi mempunyai tingkat titik impas usaha yang lebih tinggi pula, dan sebaliknya. Titik impas ini akan memberikan gambaran pada pengelola bisnis tentang kapan bisnis akan memperoleh keuntungan. Jika titik impas ini tinggi (atau bahkan sangat tinggi), pengelola bisnis harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan keuntungan. Dalam konteks ini, bisnis ini bisa dikatakan memiliki risiko bisnis yang besar.

Risiko bisnis ini bisa dikendalikan dengan cara menurunkan tingkat beban operasi tetap. Terutama bagi usaha baru, penurunan beban operasi tetap ini akan menurunkan titik impas usaha. Dengan demikian, usaha baru ini akan lebih profitable karena titik impas usaha menjadi relatif mudah terjangkau dan terlampaui. Untuk dapat mengurangi beban operasi tetap, si pengusaha baru harus secara selektif mencari komponen pembiayaan yang bisa dihemat. Misalnya, ia bisa menggunakan strategi kemitraan dengan pemilik lahan yang disewa, peralatan produksi yang relatif lebih murah, atau menangani pekerjaan administrasi sendiri. Tentu saja, penurunan beban operasi tetap ini akan memiliki konsekuensi-konsekuensi tertentu. Upaya untuk mencari strategi penurunan beban operasi tetap ini tidak diberlakukan dalam jangka panjang. Artinya, jika usaha baru ini sudah relatif survive, pengusaha bisa kembali bekerja dengan beban operasi tetap yang normal. Intinya adalah bekerja dengan alternatif cara yang berbeban operasi tetap terendah.

Setelah mengetahui risiko bisnis, si pengusaha perlu tahu juga tentang risiko keuangan. Apa risiko keuangan itu ? Tunggu tayangan tulisan lanjutannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: