Memahami Jalan Rejeki

Saya suka mengkoleksi posting-posting pak Mario Teguh di facebook yang saya anggap menarik untuk dijadikan pelajaran. Salah satu posting itu antara lain adalah:

“REZEKI SUDAH DITETAPKAN OLEH TUHAN,
BUKAN PADA JUMLAHNYA, TAPI PADA CARANYA.
Dia yang malas, dimalasi oleh rezeki.
…Dia yang baik hati, rajin dan jujur – sering dikunjungi oleh rezeki yang kangen.
Dan dia yang bermanfaat bagi sesama, rezekinya langsung dan khusus menjadi urusan Tuhan.
SEBELUM MENYALAHKAN REZEKI, sebaiknya kita MEMERIKSA KETEPATAN SIKAP.
KITA adalah JIWA YANG ASLINYA BEREZEKI BAIK.” (Mario Teguh).

Posting ini sungguh sarat dengan pesan spiritual yang baik untuk kita semua dan bahkan meluruskan pemahaman kita tentang ketetapan rejeki dari Allah.  Kalimat pertama memberikan pesan bahwa ketetapan rejeki yang ditiupkan pada saat janin berumur 40 hari adalah bukan pada jumlahnya (kuantitasnya), tapi pada caranya. Kalimat ini bisa dimaknai sebagai bentuk keadilan Allah kepada setiap manusia.  Allah akan memberikan rejeki kepada siapa saja yang memenuhi cara-cara tertentu, termasuk tiga cara diatas:

  1. Rejeki harus rajin untuk dijemput. Kalimat ini menasehatkan agar kita tidak bermalas-malasan untuk mendatangi/menjemput rejeki kita. Tugas kita adalah berusaha keras untuk mendapatkan rejeki. Barangkali, kalimat ini dapat diwujudkan dengan cara berserius dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas-tugas kita semua. Kalau nasehat ini saya kaitkan dengan nasehat kuno orang jawa, kita wujudkan kerajinan kita menjemput rejeki dengan cara bangun pagi sebelum matahari terbit dan kemudian melaksanakan shalat shubuh.
  2. Menjadi orang yang berbaik hati, rajin, dan jujur agar rejeki kita kangen kepada kita. Ini menasehatkan agat kita selalu bersifat ihsan, merasa Allah selalu mengawasi dan mengetahui segala perilaku dan gerak hati kita. Karena Allah yang selalu menutupi, orang lain tidak pernah mengetahui apa yang ada di hati dan apa yang menjadi aib kita. Keikhlasan lillahi taala untuk berbuat baik, rajin, dan jujur tidak pernah akan luput dari pengawasan Allah. Sekecil apa pun sebesar biji sawi amal baik kita akan diberikan ganjaran oleh Allah, termasuk didalamnya rejeki.
  3. Cara ketiga ini yang amat mulia dan meninggikan martabat kita sebagia manusia. Orang yang bermanfaat bagi sesama rejekinya akan menjadi urusan Allah. Saya menterjemahkan secara kasar nasehat ini sebagai bahwa kita tidak perlu mengkhawatirkan rejeki kita, tetapi kita perlu mengkhawatirkan kemanfaatan kita bagi orang lain. Subhanallah, rejeki kita akan menjadi urusan Allah. Barangkali, kita tidak perlu meminta, Allah sudah akan menganugerahkan rejeki kepada orang-orang yang bermanfaat bagi sesama. Mudah-mudahan kita terkategori dalam kelompok yang ini.

Mari kita tetapkan cara kita untuk mencari dan melapangkan jalan rejeki kita. Semoga Allah selalu meridhloi.

3 responses to this post.

  1. saya suka Pak Mario Teguh juga, Pak..
    posting-postingnya selalu bikin tentrem, ehhehe

    mengenai soal rezeki, ada buku bagus yang saya rekomendasikan
    Mungkin Pak Hadi pernah dengar penulis Iphho Santosa yang terkenal dengan konsep otak kanannya.. judul bukunya 7 Keajaiban Rezeki, Pak..
    mega best seller.. dia mengungkapkan Keajaiban Rezeki dengan sudut pandang yang luas dan sangat bagus dari segi agamanya
    http://www.ippho.com/

    Balas

  2. kalau Bapak berkenan, saya dengan senang hati meminjamkan Pak..
    Penulis menganjurkan untuk meminjamkn kepada banyak orang, cara berfikirnya unik sekali Pak..
    atau mungkin Bapak berminat membeli, insyaAllah di Gramedia atau Togamas masih tersedia.. bukunya laris

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: