Metode Sampling: Konsep Proportionate dan Disproportionate

Dalam menerapkan suatu metode sampling, konsep proportionate dan disproportionate untuk menentukan alokasi sampel sering digunakan.  Alokasi ini dibutuhkan jika suatu penelitian mengkaji atau menganalisis data dari dua kelompok sampel. Misalnya saja, seorang peneliti akan mengkaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa kelas A dan Kelas B pada suatu matakuliah. Matakuliah ini ditempuh oleh 40 mahasiswa di kelas A dan 50 mahasiswa di kelas B. Si peneliti memutuskan untuk menggunakan teknik sampling dalam penelitian ini.  Dalam hal ini, data penelitian akan digali dari dua kelompok sampel, yakni (a) sampel yang diambil dari kelas A dan (b) sampel yang diambil dari kelas B.

Jika si peneliti menerapkan konsep alokasi disproposionate maka dia bisa menetapkan sampel, misalnya sebanyak 25 orang, dari masing-masing kelas. Aplikasi konsep ini akan berakhir dengan jumlah sampel yang bersifat tidak proposional (disproposionate) karena untuk kelas A proposi sampelnya adalah 25/40 dan di kelas B 25/50.

Jika si peneliti menetapkan untuk menggunakan alokasi proporsionate maka jumlah sampel pada masing-masing kelas akan berbeda. Misalnya, jika si peneliti menggunakan proporsi 50% maka dia mendapatkan 20 mahasiswa dari kelas A dan 25 mahasiswa dari kelas B.

Dari illustrasi ini, kita dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

  1.  Dengan konsep disproportionate, seorang peneliti akan mendapatkan jumlah sampel yang sama dari dua sub populasi yang berbeda tetapi dengan proporsi yang berbeda.
  2. Dengan konsep proportionate, seorang peneliti akan mendapatkan jumlah sampel yang berbeda dari dua sub populasi yang berbeda tetapi dengan proporsi yang sama.

Disproportionate dan proportionate bukanlah metode sampling, tetapi merupakan teknik alokasi dalam suatu metode sampling.  Dalam aplikasinya, konsep ini diaplikasikan pada suatu metode sampling tertentu. Salah satunya adalah metode disproportionate simple random sampling atau metode proportionate simple random sampling.

2 responses to this post.

  1. Posted by Vivi on November 15, 2013 at 10:53 pm

    pak, kalau dengan metode purposive sampling dalam memilih sampel yang nantinya bertujuan untuk membandingkan 2 kelompok sampel dengan perlakuan berbeda menghasilkan masing – masing jumlah yang berbeda, merupakan pengaplikasian dari teknik alokasi metode proportionate ?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: