Skripsi: Apa yang Anda Pikirkan

Skripsi sebagai tugas akhir seorang mahasiswa program strata satu seringkali dianggap sebagai suatu milestone yang tidak mudah bagi kebanyakan mahasiswa.  Memang, tidak mudah menyelesaikan skripsi karena skripsi ini pada dasarnya adalah tugas individual seorang mahasiswa. Dalam menyelesaikan skripsi, mahasiwa tidak bisa bekerja secara kelompok seperti yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan tugas matakuliah. Malah, mahasiswa harus berinteraksi, berdiskusi, dan bekerja sama dengan para dosen pembimbing secara aktif. Tantangan ini tidak mudah, tetapi juga sebenarnya tidak sulit. Lalu apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa untuk memudahkan proses skripsi ?

Menurut hemat saya, hal pertama yang dilakukan untuk memudahkan menulis skripsi adalah dengan menanamkan dalam pikiran bahwa skripsi adalah bentuk ekspresi dari pola atau pendekatan pikir seorang dalam menyelesaikan suatu masalah. Ada dua frasa kunci dalam kalimat tersebut, yaitu pola atau pendekatan pikir dan masalah. Berikut ini adalah detailnya.

Pola atau pendekatan pikir

Ya, skripsi harus dimaknai sebagai ekspresi pola atau pendekatan pikir spesifik seorang mahasiswa. Pola atau pendekatan pikir ini merupakan akumulasi dari apa yang didapatkan oleh mahasiswa selama dia menempuh matakuliah-matakuliah. Setiap matakuliah pada dasarnya mengajarkan sesuatu pola atau pendekatan pikir, meskipun tidak selalu unik. Singkatnya, setiap bidang ilmu atau konsentrasi mengajarkan pola atau pendekatan pikir yang bisa digunakan untuk memecahkan suatu masalah tertentu yang sesuai denga disiplin bidang ilmu atau konsentrasi tertentu.

Meskipun bidang ilmu atau konsentrasi mahasiswa sama,  pola atau pendekatan pikir mahasiswa yang satu bisa jadi berbeda dengan mahasiswa yang lain. Hal ini tidak menjadi problem karena pada dasarnya itulah keanekaragaman yang diinginkan.  Berbeda pola pikir memungkinkan munculnya perspektif berpikir baru dan kreasi baru. Justru, semakin baru dan unik suatu pola pikir tersebut, semakin menarik dan unik skripsi itu.

Dari sisi ini, skripsi tidak perlu replikasi habis-habisan dari skripsi terdahulu. Prinsip ATM merupakan jalan keluarnya. Praktis saya bisa menyarankan bahwa, sepanjang sesuai dengan koridor ilmiah, mahasiswa memang harus (wajib) percaya diri dengan pola atau pendekatan pikir yang akan digunakannya. Kepercayaan diri ini harus ditunjukkan dengan kesiapan argumentasi-argumentasi  yang memadai untuk menjelaskan atau mempertahankan pola pikir dihadapan dosen pembimbing atau penguji skripsi. Jadi, kalau pola pikir mahasiswa berbeda dengan yang lainnya, percaya diri saja.

Suatu masalah

Sebenarnya masalah apa sih yang boleh dituliskan dalam skripsi ? ini adalah pertanyaan klasik dalam menulis skripsi. Memang tidak semua masalah bisa dituliskan dalam skripsi. Masalah yang bisa dituliskan adalah masalah yang bersifat akademik (ilmiah). Dalam hal ini, ada dua kemungkinan masalah yang bisa dituliskan, yaitu masalah teoretis dan masalah empirik (praktis). Masalah teoretik adalah suatu masalah yang perumusannya didasari oleh latarbelakang teoretis yang sangat kuat. Misalnya, seorang mahasiswa ingin mengkaji tentang faktor yang mempengaruhi struktur modal perusahaan di Indonesia. Masalah dalam skripsi tersebut dikategorikan sebagai masalah teoretik karena masalah tersebut didasarkan pada konsep atau teori tentang struktur modal.

Masalah empirik (praktis) berkaitan dengan fenomena aktual yang terjadi yang ingin dicari jalan keluarnya.  Misalnya, seorang mahasiswa menemukan fenomena bahwa produktivitas kerja karyawan di suatu perusahaan menurun. Mahasiswa mengangkat fenomena ini dan ingin menemukan solusi dari permasalahan tersebut melalui koridor ilmiah. Nah, masalah ini dikategorikan sebagai masalah empirik (praktis).

Skripsi bisa mengangkat salah satu dari kedua tipe masalah tersebut.  Setiap masalah yang diselesaikan dengan pola atau pendekatan pikir tertentu akan menjadi skripsi yang baik. Jadi, skripsi itu adalah apa yang Anda pikirkan. keep the spirit!

baca juga artikel dalam kategori catatan tentang skripsi.

4 responses to this post.

  1. Posted by pratiwi on Oktober 12, 2011 at 9:34 pm

    pak, pembuatan skripsi mngkn sebagian menganggap sulit, tp pak sebagian lg mudah karna tujuan pembuatan skripsi itu hnya formalitas syarat kelulusan dari universitas tersebut.. gk heran kan masa sekarang bnyak mahasiswa berbuat curang, dan juga suatu ajang bisnis bagi pihak yang berkaitan..

    Balas

    • skripsi itu aktualisasi pola pikir seorang sarjana. kalau ada sarjana yang tidak membuat skripsinya sendiri, alias skripsinya “dijahitkan”, maka sarjana itu lulus tanpa mengajukan pola pikirnya. ini sangat disayangkan. memang, bisnis membuat skripsi ini menjanjikan. banyak pihak yang mengambil untung dari kegiatan ini. tapi, apa kita perlu hanyut pada arus itu ?

      Balas

  2. Tp kebanyakan mahasiswa lbh memilih jln yg praktis (skripsi dijahitkan)…
    mgkn krn beberapa alasan diantaranya pengen cpt lulus dan pengen cpt kerja…
    kebanyakan mahasiswa jg gak pernah berfikir apakah gelar sarjana yg diperoleh murni dr hasil karyanya atau hasil karya orang lain…
    hanya satu yg difikirkan yang penting bisa lulus…
    sbnrnya jika mahasiswa bs lulus krn hasil karyanya sendiri,,,mereka akan mempunyai kebanggaan tersendiri,,yg gk bisa dinilai dg apapun…
    dan sampai kapanpun akan terkenang,,dan menjadi sebuah cerita nantinya buat generasi penerus kita…

    Balas

    • ya, saya setuju begitu. skripsi harus menjadi buah pikiran si penulisnya. buah pikiran itulah mindset yang mahal harganya. jadi, sejelek apa pun, skripsi harus karya sendiri. makanya, saya kepingin mahasiswa saya memahami hal ini. tapi, tidak mudah alias banyak tantangannya.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: