Tidak Kenal Maka Tak Sayang

Frasa ini adalah frasa populer yang disampaikan dalam acara temu-kenal, seminar, atau kegiatan pertemuan dengan orang baru lainnya. Frasa ini sering dimaknai sebagai petuah untuk saling mengenal orang baru di lingkungan, mulai dari namanya, tempat tinggalnya, tugas dan pekerjaannya, asal daerahnya, hingga jumlah aggota keluarga, Frasa ini seolah diimplementasikan secara sempit sebagai upaya untuk perkenalan.

Kalau tidak keliru, kita sudah mengenali identitas seseorang tetapi kita tidak selalu merasa sayang dengan orang itu. Tidak jarang, kita malah cuek bebek dengan orang yang identitasnya kita kenal itu. Akibatnya, kita hanya mengenal “kulitnya  saja” dari seseorang dan tidak lebih dari itu.

Frasa ini seharusnya dimaknai secara lebih luas. Mengenali seseorang tidak sebatas dari identitasnya saja melainkan juga jati diri orang itu, pemikiran-pemikiran orang itu, dan pandangan-pandangan orang itu. Berkenalan dengan cara ini tidak terlalu mudah karena sifat egois dan individualistis yang kita miliki. Seringkali, kita tidak mau secara prasangka baik  memahami orang yang baru kita kenal. Tidak jarang, kita meng-underestimate  ‘orang baru’  yang masuk dalam lingkungan pergaulan atau tempat kerja kita. Tidak jarang pula, sebagai akibatnya, kita mendapati kenyataan bahwa ‘orang baru’ ternyata tidak seburuk yang dibayangkan.

Nah, untuk bisa mengenali orang dengan cara tersebut , diperlukan setidaknya sifat open-mindness dan positive thinking.  Keterbukaan dan prasangka baik ini akan memudahkan upaya untuk mengenali  orang lain. Jika pemikiran dan pandangan orang lain sudah kita kenali, berarti kita sudah mengenali orang tersebut secara penuh. Kalau sudah begitu, maka kita akan sayang kepada orang itu karena kita mengenali orang itu. Tak kenal maka tak sayang.

8 responses to this post.

  1. mungkin seseorang malas mengenal orang baru karena menurutnya ia tak akan mendapatkan keuntungan apa pun dari orang tersebut. hal ini menunjukkan juga kedangkalan kepahamannya terhadap agama yang menganjurkan untuk memperluas silaturrahim dan menjaga ukhuwah.

    Balas

    • kalau di disiplin ilmu ekonomi, perilaku selalu ‘untung’ itu rasional dan wajib. artinya, aktivitas (baru) yang kita lakukan harus memberikan manfaat lebih banyak daripada pengorbanannya (biayanya). jadi, berpikir keuntungan boleh saja…

      Balas

  2. berpikiran terbuka dan mau mengenal orang lain merupakan modal pemasar dalam eksansi produk…. (tidak sekedar orientasi laba)
    “harus kenal baru sayang……”

    Balas

  3. Posted by diyah on Desember 20, 2011 at 7:13 pm

    justru dengan kita mau mengenal orang lain itu kita telah diuntungkan.. diuntungkan bisa menambah teman, diuntungkan bisa memperluas persaudaraan, dan banyak keuntungan lainnya ..

    Balas

  4. open-mindness&positive thinking emg modal dasar yg kita perlukan untuk mengenal seseorang.dg 2 hal tersebut kita bisa mengenali seseorang lbh dekat lagi…
    setelah mengenal dan sayang,,dimanapun kita berada&sampai kapanpun kita akan selalu mengingatnya….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: