Berdistribusi Tidak Normal atau Tidak Berdistribusi Normal

Yang tertulis dalam judul  adalah jargon teknis di statistika dan pengolahan data. Beberapa alat analisis kuantitatif dalam statistika mensyaratkan bahwa data yang akan diolah harus berdistribusi normal. Untuk kepentingan analisis ini, pengujian perlu dilakukan terhadap distribusi data untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Secara umum, data bedistribusi normal mempunyai ciri antara lain:

  1. nilai mean dan standar deviasi dari data tersebut adalah nol dan satu, secara berurutan.
  2. Kurve distribusi probabilitasnya berbentuk lonceng yang bersifat simetris (50% area disebelah kiri nilai mean, sisanya disebelah kanannya)

Nah, apa yang terjadi jika set data yang akan dianalisis tidak memenuhi kriteria tersebut? Apakah set data tersebut dikatakan sebagai “berdistribusi tidak normal” atau ” tidak berdistribusi nornal” ? Secara tidak disadari, penggunaan kedua istilah dianggap sama saja. Sepintas, kedua istilah tersebut sepertinya sama saja. Namun, jika dicermati lebih jauh, kedua istilah itu beda secara nyata.

Lalu, istilah mana yang benar? Yang benar adalah istilah kedua, yakni “tidak berdistribusi normal”. Ada dua alasan yang bisa disampaikan. Pertama, istilah “berdistribusi normal” merupakan dua kata yang menjadi satu kesatuan. Dengan demikian, lawan dari “berdistribusi normal” adalah “tidak berdistribusi normal”. Kedua, istilah “berdistribusi tidak normal” mengundang misinterpretasi. Paduan kata “tidak normal” bisa dimaknai sebagai “tidak waras “. Dalam konteks data, tidak ada data yang “tidak waras”.

3 responses to this post.

  1. betul juga ya klo di perhatikan…
    klo sebuah data “berdistribusi tidak normal” berarti bs jg dikatakan data ny stress ya pak..
    kan “tidak normal” bisa dimaknai “tidak waras” berarti gila dong…
    hehehe…

    Balas

  2. Posted by El on Maret 19, 2012 at 8:48 pm

    pak hadi mhon pncerahan ttg skala likert bgmana sbenarnya membahasakan scr pas apa itu netral, setuju, sangat setuju, puas, sangat puas, dsb. trims pak

    Balas

    • secara umum, ada skala likert dengan lima skala dan tujuh skala. yang pertama lebih sering digunakan. kalau menurut saya, opsi netral, setuju, sangat setuju dll berkenaan dengan persepsi si responden terhadap pertanyaan atau pernyataan yang diajukan. memang agak sulit untuk mengukur apa beda antara setuju dan sangat setuju, antara tidak setuju dan sangat tidak setuju dst. namun, meskipun sulit untuk diukur, responden seringkali sudah ‘paham’ dengan hal itu.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: