Bisnis Papan Bunga

Papan Bunga adalah salah satu yang khas di Kisaran, Kabupaten Asahan dan bahkan di Sumatera Utara. Setiap ada acara yang penting, seperti pelantikan pengurus organisasi, penyelenggaraan pelatihan, pernikahan, dan bahkan kematian,  deretan papan bunga terpasang di sepanjang jalan menuju ke venue acara.  Semakin panjang deretan papan bunga, semakin menunjukkan bahwa yang mempunyai hajat acara itu adalah orang penting.

Papan Bunga ini dijadikan media untuk menyampaikan rasa suka (dan duka) cita dari pengirimnya sebagai bentuk apresiasi positif terhadap terselenggaranya perhelatan acara tertentu. Papan Bunga ini berukuran luas yang bervariasi, kira-kira 1,5 x 3 meter secara rata-rata. Pada Papan Bunga, tulisan perihal  ucapan selamat atas terselenggaranya acara dan nama pengirim  disajikan dalam bentuk untaian kembang kertas yang berwarna-warni pada sebidang papan yang dibungkus beludru berwarna hitam.

Melihat kebiasaan ini, pangsa pasar bisnis Papan Bunga ini sangat potensial. Sebidang papan nama yang siap pajang di venue acara bisa bernilai dua ratus limpul (250 ribu). Dalam bulan-bulan tertentu, permintaan akan papan bunga melonjak secara signifikan. Pada bulan haji, misalnya, permintaan akan papan bunga untuk memberikan ucapan selamat kepada perayaan pernikahan sangat besar. Seseorang yang berkedudukan sosial yang tinggi, seperti pejabat di suatu instansi atau ketua sebuah organisasi masyarakat, bisa mengorder sekitar 5-10 papan bunga pada bulan tersebut. Bisa dibayangkan, satu orang pemesan bisa menghabiskan 1,25 sampai 2,5 juta untuk keperluan itu. Kalau diteropong dari sisi bisnis, ini adalah market size yang potensial.

Nah, apakah ini benar-benar bisa menjadi peluang pasar yang bagus bagi seorang wirausaha baru? Jawaban terhadap pertanyaan ini bergantung pada struktur pasar papan bunga itu. Jika struktur pasar bersifat pure competition, bisnis ini menjanjikan peluang  bagi new comer. Asalkan new comers mempunyai keunggulan bersaing,  dia akan bisa memasuki  arena persaingan dengan leluasa. Jika struktur pasar bersifat monopolistic competition,  new comers perlu berhati-hati. Analisis mendalam perlu dilakukan untuk melihat kemungkinan reaksi incumbent businessmen terhadap new comers. Jika ada kecenderungan incumbent  business untuk membuat barrier to entry yang tinggi dan retaliation, new comers akan menemui kesulitan yang besar untuk memasuki bisnis ini.

3 responses to this post.

  1. hm…alhamdulilah ya..nambah wawasan. ternyata tidak hanya dalam pemilu ada istilah incumbent …

    terima kasih

    Balas

  2. Hi, i read your blog from time to time and i own a similar
    one and i was jujst curious if you get a lot of spam comments?
    If so how do youu prevent it, any plugin or anything you can suggest?

    I get so much lately it’s driving me mad so any help is very much appreciated.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: