Untuk Apa Kuliah? (3)

Pada suatu kesempatan, saya berdialog dengan seorang calon sarjana (yang tinggal menunggu momen wisuda). Saya berkesempatan untuk bertanya kepada dia tentang apa yang paling memotivasi dia untuk berkuliah. Saya menanyakan hal semacam ini karena tidak jarang ada kasus bahwa mahasiswa malas untuk berkuliah. Kalau toh si mahasiswa malas tersebut menghadiri perkuliahan, itu karena keterpaksaan untuk menghadirinya (motif presensi), dalih kuliah yang monoton, dalih kuliah itu membosankan, dan lain-lain.

Apa jawaban dari si calon sarjana itu? Jawabannya adalah “Saya berkuliah karena saya ingin mendengar  motivasi dan inspirasi apa (lagi) yang akan diberikan oleh si dosen pada perkuliahan (tatap muka) nanti”. Bagi saya, jawaban ini sangat inspiratif. Mungkin, tidak saja inspiratif bagi mahasiswa, tetapi juga untuk dosen. Jawaban ini seolah adalah representasi dari salah satu motif untuk berkuliah dari para mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya berfokus untuk getting new knowledge (dalam hal materi kuliah) dari dosennya.  Mahasiswa juga ingin getting motivasi dan inspirasi dari dosennya (meskipun tidak semua dosen bisa memberikannya). Bagi dosen, jawaban ini memberikan inspirasi bahwa memberikan kuliah bukan sekedar transfer of knowledge. Dosen yang dicari oleh kelompok mahasiswa pencari inspirasi  adalah dia yang bisa memotivasi dan menginspirasi ditengah aktivitas transfer of knowledge. Semoga bermanfaat.

 

9 responses to this post.

  1. benar bapak, karena kalau tidak ada selingan motivasi dan inpirasi mahasiswa bisa jenuh pak. hehehehe.
    mohon maaf, bapak. untuk membuka Metkwan bagaimana caranya? karena ada kata sandinya, jadi kami belum bisa mendownload materi pertemuan lalu. terimakasih bapak.

    Balas

  2. kunjungan pertama di blog bapak,🙂
    saya suka membaca tulisan dosen yang inspiratif..
    memang saya sendiri juga merasakan hal yang sama.. bagi saya ada dosen istimewa memiliki kemampuan memberikan konten materi dan nonmateri (kuliah) sama bagusnya, jadi meski yang dibicarakan “ngalor-ngidul’ dari konten kuliah. namun kami masih dengan antusias mendengar apa yang disampaikan oleh beliau….
    contoh simple saya jadi sepakat ketika dosen saya bilang “ilmu bukan dari dosen, tapi dari buku. dosen adalah patner dalam diskusi dan kajian”. ketika perkuliahan mayoritas diisi dengan diskusi maka INspirasi dari beliau adalah faktor yang paling berpengaruh dalam motivasi kami mempelajari materi sendiri selain agar terhindar menjadi “dummy person” pada ruang diskusi kuliah.😀
    Salam…

    Balas

    • terima kasih sudah mengunjungi blog saya. mahasiswa seharusnya menghindari peran sebagai dummy person di kelas. saya yakin mahasiswa bisa memenuhi dahaga ilmunya dengan membaca buku (meskipun peran guru/dosen masih diperlukan untuk memberikan pencerahan). namun, dahaga akan motivasi dan inspirasi harus didapatkan dari orangnya langsung…ayo go blogging!

      Balas

  3. Posted by Yusuf Wijanarko on Mei 17, 2013 at 1:20 pm

    I like a teacher who gives me something to take home to think about besides homework.

    Balas

    • particularly for graduate program, that so called as something is important. but, not all of teachers can give student something to think at home. in the same time, not all of students are willing to “think something” at home. hopefully, these statemente are not true.

      Balas

  4. Posted by Yusuf Wijanarko on Mei 17, 2013 at 1:24 pm

    The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.

    Balas

  5. Posted by x on Mei 28, 2013 at 12:42 pm

    hah, bener, kuliah tanpa pengalaman baru ketika keluar kelas sama dengan undangan tapi nggak dapet berkat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: