Daftar Pertanyaan (Kuesioner)

Pernah suatu kali saya ditanya oleh mahasiswa yang akan menyusun tugas akhir tentang apakah ada panduan atau pedoman menyusun kuesioner. Saya surprise dengan pertanyaan ini karena sejauh ini saya belum pernah membaca panduan atau pedoman itu. Sepertinya, membuat kuesioner adalah learning by doing, otodidak. (Nah, pembaca bisa menginformasikan melalui space komentar di bawah ini jika ada buku atau panduan untuk menyusun kuesioner).

Menurut saya, setidaknya ada tiga hal yang bisa dijadikan acuan untuk menyusun kuesioner. Pertama, si peneliti (mahasiswa) harus tahu apa yang dibutuhkan (dalam hal ini data dan/atau informasi) untuk menyusun laporan penelitian. Secara umum data dan/atau informasi yang dibutuhkan meliputi data dan/atau informasi yang akan dianalisis dan yang akan digunakan untuk mendeskripsikan obyek atau responden penelitian. Identifikasi kebutuhan data dan/atau informasi adalah titik kritikal. Si peneliti (mahasiswa) harus secara cermat mengindentifikasi keduanya. Kedua, si peneliti (mahasiswa) menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berorientasi pada kebutuhan data dan/atau informasi. Dalam menyusun pertanyaan, si peneliti (mahasiswa) dapat menggunakan pertanyaan tertutup dan/atau pertanyaan terbuka. Pada pertanyaan tertutup, si peneliti (mahasiswa) memberikan alternatif jawaban pada responden/informan. Alternatif jawaban yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan data dan/atau informasi. Pada pertanyaan terbuka, si peneliti (mahasiswa) tidak memberikan alternatif jawaban. Si peneliti (mahasiswa) mengharapkan responden/informan untuk me.mberikan jawaban secara luas. Ketiga, si peneliti (mahasiswa) perlu meninjau apakah pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun sudah sesuai dengan kebutuhan data dan/atau informasi. Si peneliti (mahasiswa) bisa menggunakan teknik review sendiri dan/atau melakukan try out kuesioner. Teknik yang pertama dilakukan dengan cara membaca ulang pertanyaan-pertanyaan, baik secara individual (oleh si peneliti sendiri) atau secara kolektif (oleh beberapa orang). Teknik yang kedua dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden/informan terpilih. Setelah feed back tentang kesesuaian antara pertanyaan-pertanyaan dan kebutuhan data/informasi diperoleh, perbaikan atau penambahan pertanyaan perlu dilakukan.

Selanjutnya, si peneliti (mahasiswa) bisa memulai untuk menyusun kuesioner dengan anatomi yang standar. Ini akan saya sampaikan pada tulisan berikutnya. (tulisan ini juga bisa dibaca di hadiparamu.blog.unej.ac.id)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: