Penggandaan Uang

Beberapa minggu terakhir ini, penggandaan uang menjadi trending topic di media massa, baik cetak maupun elektronik. Semua orang rasanya ngeh kalau diajak berbicara tentang Padepokan Dhimas Kanjeng Taat Pribadi di kawasan Kabupaten Probolinggo dan berbagai sepak terjangnya. Semua orang terheran-heran dengan pola tingkah Dhimas Kanjeng dan para pengikutnya. Sangat kentara sekali para pengikut ini “terhipnotis” oleh iming-iming pengandaan uang dari sang Dhimas Kanjeng. Para pengikuti tergiur oleh janji penggandaan uang dengan rasio 1 juta untuk 1 milyar. Tidak sedikit para pengikut yang menyerahkan mahar dengan berharap mendapatkan kembalian berlipat-lipat di masa yang akan datang. Mereka ini tidak saja berasal kalangan masyarakat kelas bawah, tetapi juga masyarakat kelas atas. Mereka ini tidak saja dari kalangan masyarakat berpendidikan rendah, tetapi juga mereka yang berpendidikan tinggi dan bahkan tokoh masyarakat.

 

Jumlah mahar yang diserahkan pun bervariasi. Ada yang belasan juta. Ada yang bahkan ratusan milyar. Kadang-kadang terpikir juga, untuk apa uang ratusan milyar perlu digandakan saja. Kalau saja seseorang mempunyai uang ratusan milyar, orang itu seharusnya menyadari diri bahwa dia sudah sangat kaya dan tidak perlu menjadi lebih kaya lagi dengan menggandakan. Bayangkan saja, kalau rasio penggandaan terbukti, orang yang menyetor ratusan milyar akan mempunyai uang ratusan trilliun. Pertanyaannya, untuk apa lagi uang ratusan trilliun itu?

 

Mari kita berandai-andai dengan situasi sekarang. Umpamakan saja, Dhimas Kanjeng dan sultan-sultannya beritikat baik sehingga penggandaan uang itu benar-benar terjadi. Alhasil, jumlah uang yang diterima para pengikut akan berlipat ganda. Asumsikan, uang hasil penggandaan itu adalah uang asli (bernomor seri tidak sama dan terbukti asli). Ini berarti jumlah uang yang beredar akan bertambah ratusan trilliun. Apakah hasil ini baik untuk semua orang?

 

Untuk para pengikut yang taat, saya bisa mengatakan bahwa mereka akan lebih sejahtera. Mereka ini adalah menjadi orang yang memegang uang dengan nilai nominal yang besar. Apa saja bisa mereka beli dengan nominal uang itu. Tetapi, bagaimana untuk masyarakat lainnya?

 

Secara teoretis, peningkatan jumlah uang yang beredar ini akan menyebabkan tingkat inflasi yang lebih tinggi. Harga barang akan meningkat secara umum. Ini sekaligus berarti bahwa daya beli masyarakat secara umum akan menurun dan nilai uang secara nominal akan turun. Jika inflasi tinggi, garis kemiskinan akan meningkat. Pada gilirannya, jumlah masyarakat miskin akan semakin bertambah.

 

Tidak berhenti sampai di situ saja. Tingkat inflasi yang relatif lebih tinggi akan menyebabkan daya saing produk lokal di mata orang asing. Dengan kata lain, daya saing ekspor produk nasional akan menurun. Orang asing tidak mau membeli barang produksi nasional karena terlalu mahal. Orang lokal (warga negara) lebih suka membeli produk impor karena lebih murah. Kalau ekspor menurun dan impor meningkat, mata uang Rupiah akan melemah. Kalau sudah urusan Rupiah melemah, dampaknya akan lebih luas lagi. Pemerintah dan swasta yang mempunyai utang luar negeri akan terbebani.

 

Ringkasnya, mudharat dari penggandaan uang ini lebih besar daripada manfaatnya. Secara jumlah, orang yang akan menjadi lebih sejahtera jauh lebih sedikit daripada orang yang akan mendapatkan beban barat. Seandainya, Dhimas Kanjeng Taat Pribadi dulu pernah memelajari mata rantai dampak kegiatan penggandaan uang, dia tidak akan melakukan semua ini. Seandainya, para pengikutnya juga paham dengan mata rantai ini, mereka semua tidak akan menghimpun diri di padepokan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: